sejarah kabah
Dalam prosesi pembangunan kabah, suku Quraisy melibatkan Baqum, seorang tukang kayu masyhur dari romawi yang beragama nasrani, Akibatnya Kabah dihias gambar-gambar pohon, berhala, dan rupa-rupa nabi dan malaikat.
Sepanjang sejarah, Kabah mengalami setidaknya 10 kali pembangunan atau renovasi.
Pertama oleh para malaikat. lalu dilanjutkan oleh
Nabi Adam, Nabi Syith bin Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail,
Suku amalaqah atau Amalik, suku Jurhum, Qushay bin Kitab, Abdul Muthalib, suku Quraisy, dan Abdullah bin Zubair.
Kabah HASL pengembangan Qushay bin Kitab, seorang pemimpin terkenal yang sangat pemberani dari suku Khuzaah, tersiar sampai keluar kota Mekkah.
Bangunan Kabah dengan ukuran tinggi 25 hasta dan memiliki atas sebagai sentra peribadatan yang ramai dikunjungi masyarakat, malah menimbulkan kecemburuan sosial bagi penguasa agama lain.
Adalah Abraham, Gubernur yaman, yang iri terhadap keberadaan Kabah.
Ia kemudian membangun katerdal berukuran besar dengan harapan bisa menyaingi pesona Kabah. Sehingga masyarakat berpindah haluan.
Sayang, keinginan Abrahah terkubur untuk selama-lamanya.
Pasal, seorang pemberani dari suku Kinanah, yang memiliki hubungan baik dengan suku Quraisy, menghancurkan katerdal itu dalam semalam.
Alhasil Abrahah murka dan mentimpan dendam kesumat terhadap Mekkah.
Penguasa keji itu berencana mengerahkan pasukan gajahnya untuk menghancurkan Mekkah sekaligus menghancurkan Kabah.
Mendengar berita tak sedap dari negri sebrang, membuat Abdul Muthalib yang sedang mempercantik Kabah langsung menyusun strategi guna mempertahankan bangunan suci kebanggaan umat Islam itu.
Sejak awal ALLAH SWT telah berjanji akan menjaga Kabah dari pihak jahat yang berniat memberantakannya.
Maka ketika Abrahah beserta pasukan gajahnya memasuki kota Mekkah, burubg-burung ababil melemparinya dengan batu-batu kecil sampai mereka kocar kacir.
Peristiwa ini direkam dalam Surat (AL-Fiil ayat 1-5), "Apakah kamu tidak memperhatikan bagai mana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukan Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kabah)" itu sia-sia?
Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). "
Cukup di sini dulu kita sambung lagi nanti, tetap membahas sejarah Islam.
Saran dan masukannya saya tunggu, untuk memperbaiki kesalahan dan sebagai koreksi.
Untuk saranya bisa di kirim ke sini.alwialpiansyah11@gmail.com
Asallamuallaikum ........!
Dalam prosesi pembangunan kabah, suku Quraisy melibatkan Baqum, seorang tukang kayu masyhur dari romawi yang beragama nasrani, Akibatnya Kabah dihias gambar-gambar pohon, berhala, dan rupa-rupa nabi dan malaikat.
Sepanjang sejarah, Kabah mengalami setidaknya 10 kali pembangunan atau renovasi.
Pertama oleh para malaikat. lalu dilanjutkan oleh
Nabi Adam, Nabi Syith bin Adam, Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail,
Suku amalaqah atau Amalik, suku Jurhum, Qushay bin Kitab, Abdul Muthalib, suku Quraisy, dan Abdullah bin Zubair.
Kabah HASL pengembangan Qushay bin Kitab, seorang pemimpin terkenal yang sangat pemberani dari suku Khuzaah, tersiar sampai keluar kota Mekkah.
Bangunan Kabah dengan ukuran tinggi 25 hasta dan memiliki atas sebagai sentra peribadatan yang ramai dikunjungi masyarakat, malah menimbulkan kecemburuan sosial bagi penguasa agama lain.
Adalah Abraham, Gubernur yaman, yang iri terhadap keberadaan Kabah.
Ia kemudian membangun katerdal berukuran besar dengan harapan bisa menyaingi pesona Kabah. Sehingga masyarakat berpindah haluan.
Sayang, keinginan Abrahah terkubur untuk selama-lamanya.
Pasal, seorang pemberani dari suku Kinanah, yang memiliki hubungan baik dengan suku Quraisy, menghancurkan katerdal itu dalam semalam.
Alhasil Abrahah murka dan mentimpan dendam kesumat terhadap Mekkah.
Penguasa keji itu berencana mengerahkan pasukan gajahnya untuk menghancurkan Mekkah sekaligus menghancurkan Kabah.
Mendengar berita tak sedap dari negri sebrang, membuat Abdul Muthalib yang sedang mempercantik Kabah langsung menyusun strategi guna mempertahankan bangunan suci kebanggaan umat Islam itu.
Sejak awal ALLAH SWT telah berjanji akan menjaga Kabah dari pihak jahat yang berniat memberantakannya.
Maka ketika Abrahah beserta pasukan gajahnya memasuki kota Mekkah, burubg-burung ababil melemparinya dengan batu-batu kecil sampai mereka kocar kacir.
Peristiwa ini direkam dalam Surat (AL-Fiil ayat 1-5), "Apakah kamu tidak memperhatikan bagai mana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukan Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kabah)" itu sia-sia?
Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). "
Cukup di sini dulu kita sambung lagi nanti, tetap membahas sejarah Islam.
Saran dan masukannya saya tunggu, untuk memperbaiki kesalahan dan sebagai koreksi.
Untuk saranya bisa di kirim ke sini.alwialpiansyah11@gmail.com
Asallamuallaikum ........!

No comments:
Post a Comment